PEMBUKA BICARA
Tulisan ini cuba untuk membicarakan impak kalimah 'HIPOKRIT' dalam suasana "DAKWAH" dan unsur-unsurnya[1].
HIPOKRIT lawannya JUJUR
Suasana Si Dai'e dan Mad'u :
Setelah Si Dai'e selesai menyampaikan syarahannya terhadap Maudhuk Dakwah (yakni Islam) kepada para mad'u dalam pelagai kategori, maka situasi berikut mungkin akan berlaku :
1) Mad'u 1 : Ust anjurkan kepada saya menutup aurat, saya tahu itu wajib, tapi saya tak mau hipokrit lagi lah ust. Setakat ni saya tak bersedia nak tutup semua aurat saya lagi. Saya hanya mau berlaku jujur pada diri saya …
1) Mad'u 1 : Ust anjurkan kepada saya menutup aurat, saya tahu itu wajib, tapi saya tak mau hipokrit lagi lah ust. Setakat ni saya tak bersedia nak tutup semua aurat saya lagi. Saya hanya mau berlaku jujur pada diri saya …
2) Mad'u 2 : Ust suruh saya aktif dalam gerakan Islam. Saya tahu saya perlu memberi sumbangan kepada Islam, tapi saya tau mau hipokrit lah ust. Sekarang ni saya sibuk sangat. Jujurnya, saya memang tidak bersedia lagi …
3) Mad'u 3 : Saya memang macam ni ust. Ust suruh saya berhemah dalam berbicara … tetapi inilah realiti saya. Saya tidak hipokrit dengan sesiapa ... terimalah keadaan saya seadanya …
HIPOKRIT dianggap negatif … maka JUJUR dianggap positif. Oleh itu ... bagi mengelakkan berlakunya HIPOKRIT, seseorang akan berkekalan dengan sikapnya itu dengan alasan untuk berlaku JUJUR pada diri.
[1] Unsur dakwah : Daie, Mad'u, Maudhuk Dakwah (Islam), Muassasah Dakwah Tanzim.






No comments:
Post a Comment